SMKN 2 Bantah Pemicu Tawuran
’’Sebab begitu mendengar ada kejadian, saya langsung datang ke lokasi (SMKN 4, Red). Ternyata setelah saya cek, pemicunya dari internal SMKN 4 sendiri,” terangnya kepada Radar Lampung kemarin (13/12).
Menurutnya, ada dua siswa SMKN 4 yang ribut. Kemudian merasa salah satunya berasal dari daerah sama, yaitu Panjang, 15 siswa SMKN 2 pun ikut-ikutan. ’’Mungkin karena solidaritas, Mas. Tetapi tadi (kemarin, Red), saya sudah memanggil semua untuk dilakukan pembinaan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala SMKN 4 Septiana mengatakan, hari itu juga (12/12), tidak lama setelah tawuran di sekolahnya, sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan disaksikan dewan guru, babinkamtibmas, pihak polresta, kelurahan, lingkungan, dan orang tua masing-masing siswa. ’’Dalam perdamaian ini juga langsung dibuat perjanjian agar tidak mengulanginya kembali,” terang Septiana.
Dia juga mengakui jika pemicu keributan tersebut bermula ketika pelaksanaan class meeting antarjurusan di sekolahnya, ada salah satu siswanya asal Panjang yang curhat kepada temannya di SMKN 2 yang juga asal Panjang. Kemudian, temannya tersebut datang bersama siswa lainnya ke SMKN 4 sambil meneriakkan ’’Selamat Ulang Tahun”.
’’Untuk mengantisipasinya, kami pun menyetop dahulu class meeting-nya. Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Apalagi, sekolah kami (SMKN 4, Red) terkenal dengan sekolah yang tenang karena banyak anak perempuannya,” tutur dia.
Diberitakan sebelumnya, siswa asal tiga SMK di Bandarlampung terlibat tawuran. Masing-masing siswa SMKN 4 serta dua lainnya diduga dari SMKN 2 dan SMK 2 Mei. Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa yang hanya berlangsung setengah jam tersebut.
Kronologisnya sekitar pukul 11.30 WIB Senin, siswa dari SMKN 2 dan SMK 2 Mei Bandarlampung menggunakan puluhan sepeda motor mendatangi SMKN 4. Begitu tiba di gerbang SMKN 4, mereka kemudian kompak meneriakkan kalimat ’’Selamat Ulang Tahun’’ hingga beberapa kali.
Tidak ada satu pun siswa setempat yang meresponsnya. Mereka kemudian bergeser ke samping sekolahan, namun masih di luar pagar dengan meneriakkan kalimat sama. Di sinilah, siswa SMKN 4 akhirnya terpancing keluar hingga sempat terjadi perkelahian. Beruntung, Muslim, satu-satunya siswa SMKN 4 Bandarlampung yang kemarin kebetulan sedang jaga, sigap. Ia berupaya melerai perkelahian meski sempat kewalahan. Tidak lama kemudian, tepatnya pukul 12.30, datang aparat kepolisian dan para pelajar. (hyt/c1/rim)


22.11
SMKN 2 Bandar Lampung
0 komentar:
Posting Komentar